"If Nothing Ever Changed, There'd Be No Butterflies."

August 30, 2011

"Bagaimana rasanya hidup dengan seseorang yang tanpa kau mengatakan apapun ia bisa mengetahui apa yang kau inginkan?"



Hye Ri: Why are you looking at me like that?
In Woo: Ma Hye Ri bought it.
Hye Ri: If you’re going to cook while standing you should at least put on a band-aid…Why do you keep looking at me like that!?
In Woo: It’s surprising. Without me saying anything, you knew that I was hurt.



-Prosecutor Princess-

..........................what?!




What is true love?
S**T
What is true love?
FAKE
What is true love?
NOTHING
What is true love?
JOKE
What is true love?
A GAME
What is true love?
BULLSHIT
What is true love?
in YOUR DREAM!
What is true love?
ARE YOU CRAZY?
What is true love?
BORED
What is true love?
HA-HAA!
What is true love?
LIKE I CARE!
What is true love?
WHAT?
WHAT?
WHAT?
.
NOTHING
ZERO
NIL
EMPTY
.
LIKE I CARE
______________
"Baik pria ataupun wanita yang terpenting adalah mencintai diri sendiri. Tidak ada yang namanya cinta sejati."
______________
"Kau percaya masih ada cinta sejati antara pria dan wanita di zaman ini??"

karena saya tidak takut kalah

Apa tujuanmu mengikuti sebuah lomba?
Menangkah??

Menang, bukanlah tujuan utama saya, meski saya tentu ingin sekali menang.

Tapi, menang bukan tujuan utama saya ketika saya ikut dalam sebuah kompetisi. Tujuan utama saya adalah belajar, mendapat pengalaman, dan menjadi lebih baik dari hari kemarin.

Hanya itu. Menang adalah bonus, mendapat teman baru juga bonus. (◠‿◠)

Dan, hal yang terpenting untuk dimiliki selain mimpi, semangat, dan keberuntungan -untuk menggerakkan dunia- adalah WAKTU.

Kompetisi, kalah, menang, dan waktu. Saya adalah salah seorang pemimpi yang percaya bahwa kekuatan pikiran mampu menggerakkan dunia.

Satu kalimat yang selalu melekat di dalam hidup saya adalah :
PIKIRAN DAN PERASAAN ANDA MENCIPTAKAN HIDUP ANDA, AKAN SELALU BEGITU. DIJAMIN!!
Saya lupa kalimat siapa itu. Tapi kalimat itu tak bisa saya lupakan. Kalimat yang selalu memberikan saya udara segar di dalam kepala saya.

Dan, itulah kenapa saya tak pernah mempermasalahkan kekalahan di setiap kompetisi yang saya ikuti. Jika saya memikirkan kekalahan, saya pasti sudah berhenti menulis sejak dulu sekali. Tapi, pikiran saya menciptakan ketidakpedulian pada kekalahan. Akhirnya saya melangkah terus. Melangkah terus tanpa peduli bahwa saya akan kalah, atau saya kalah, atau beberapa orang yang mengatakan 'mimpi saja kamu'.

Saya masih yakin saya akan menggerakkan dunia hanya dengan pikiran saya. Hahaa...

Dan, saya hanya perlu WAKTU.

Ahhh, saya curhat lagi ini... ( ╯.╰ )
Terkadang blog saya penuh curhat yang membuat beberapa menilai buruk blog saya, blog saya pernah mendapat predikat buruk di salah satu situs internet beberapa bulan lalu. Benar-benar bikin saya kaget, KOQ ADA YANG PERHATIAN SEGITUNYA SAMA BLOG SAYAAAA??? Serius deh. Ini yang ngomongin para bule. Di sebuah situs yang... ahhh, saya lupa namanya. Saya harusnya men-capture situs itu waktu itu dan menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Hahaa...

Tapi, ya sudahlah. Saya juga kaget waktu ada yang bilang blog saya keren. Kalau yang bilang 'keren' itu teman saya, ya saya ngga kaget, mereka memang biasa memfitnah saya. Keren, lucu, kiyut, dan aneh. Hahaa...
Errr, tapi yang bilang keren kali ini adalah seorang yang kerja di sebuah majalah yang udah beken. Dan blog saya dia tawarin untuk di review di majalah tempatnya bekerja.

Oh, well...
Baiklah, saya pikir itu hanya bercanda. Jadi, kita lihat saja nanti. ^^ Ugh, maaf, saya orangnya suka ga percayaan pada yang baik-baik yang datang secara beruntun. Mungkin saya lagi beruntung. Atau... dunia saya akhirnya bergerak?

Entahlah.

Tapi, saya tetap yakin. Kekuatan pikiran akan dapat menggerakkan dunia. Tentu bukan sekedar pikiran dan berangan-angan. Kita harus juga bergerak maju, menghadapi segala kompetisi, berkenalan dengan teman-teman baru yang berhubungan dengan cita-cita yang ingin kita gapai -teman yang memiliki kesamaan hobi, ikut dalam sebuah kelompok/group yang berhubungan dengan cita-cita itu -kelompok menulis contohnya,  serta yang terpenting adalah tidak takut kalah dan bisa menerima segala kritikan lalu mengubahnya menjadi suatu ide membangun yang dapat memperbaiki segala kekurangan kita.

Karena saya tidak takut kalah. Hari ini saya merasa bahwa tak pernah sia-sia segala usaha saya. Saya merasa, saya telah menggerakkan dunia!

UNTUK PARA PEMIMPI...

Saat kau lelah, ingatlah...
malam-malam memiliki siang. Dan mimpimu ketika tertidur akan dapat kau gapai saat kau terbangun. Jangan hanya bermimpi saat kau tertidur, tapi bermimpilah dengan mata terbuka.

GANBATTE!!

______
Sebab tanpa mimpi, tak akan ada dunia nyata.
______

Bersulang untuk PARA PEMIMPI!!!!

August 29, 2011

pourquoi?



arti Minal 'Aidin Wal Faizin

Errr... saya tergelitik untuk membuat catatan singkat (lagi). Mengenai suatu yang sudah pasti semuanya sudah tahu. Tapi, terkadang kita agak melupakan hal sepele seperti ini. Yaitu kalimat ucapan Minal ‘Aidin Wal Faizin. Terkadang sering terjadi kesalahan penulisan. Kesalahan penulisan tentulah akan menyebabkan kesalahan pula terhadap arti kalimat ini. Seperti kalimat-kalimat berbahasa Inggris, jika salah penulisannya maka akan salah pula artinya. Sebagai contoh : Pray & Prey, Look & Lock, kesalahan penulisan satu huruf dapat mengubah makna dari kata tersebut.

Berikut sekilas tentang penulisan  من العاءدين و الفاءيزين 


1. Minal ‘Aidin wal Faizin = Penulisan yang benar.
2. Minal Aidin wal Faizin = Juga benar berdasar ejaan indonesia. 
3. Minal Aidzin wal Faidzin = Salah, karena penulisan “dz” berarti huruf “dzal” dalam abjad arab. 
4. Minal Aizin wal Faizin = Salah, karena pada kata “Aizin” seharusnya memakai huruf “dal” atau dilambangkan huruf “d” bukan “z”. 
5. Minal Aidin wal Faidin = Juga salah, karena penulisan kata “Faidin”, seharusnya memakai huruf “za” atau dilambangkan dengan huruf “z” bukan “dz” atau “d”.

Dan, kalimat yang sering diucapkan kala Idul Fitri ini artinya bukanlah "Mohon Maaf Lahir dan Batin". Kalimat ini merupakan penggalan dari suatu do'a panjang yang diucapkan ketika kita selesai menunaikan ibadah puasa, yaitu :

“Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin”

artinya :

“Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.

Sehingga arti sesungguhnya dari “Minal Aidin wal Faizin” adalah “Semoga kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan”.

Sekedar catatan yang selalu saya buat jika menemukan hal-hal yang mungkin akan berguna bagi saya dan bagi yang membaca.

Salam.
______________________

saya akan rindu Ramadan


Lantunan adzan setiap pagi, siang, hingga petang. Lafadz-lafadz Al Quran menggema dari masjid-masjid tak berhenti. Damai menjalari langit dan bumi. Ini adalah suasana yang melekat di sepanjang Ramadan. Jarang didapati di hari-hari lain. Seandainya setiap bulan adalah Ramadan, suasana itu tak akan pudar -sepertinya.

Saya menatap senja di penghujung Ramadan, kelabu pekat di sela rona merah jingga. Ahh, apakah saya akan dapat menjumpai Ramadan lagi di tahun-tahun berikutnya?

Entahlah.

Kala saya ingat bagaimana beberapa orang yang saya kenal sudah tak terlihat lagi di Ramadan tahun ini, saya merasakan jalan yang saya tempuh semakin pendek di depan, dan jalan-jalan di belakang semakin tampak jauh hingga pudar perlahan-lahan.

Saya hanya dapat menghembuskan nafas. Karena semuanya adalah dari ALLAH dan akan kembali kepada ALLAH. Memang dunia hanyalah tempat bersenda gurau saja... akhirnya semuanya akan kembali kepada Dia -tempat kembali yang paling abadi.

Saya, semoga menjadi salah satu jiwa yang lebih baik setelah Ramadan ini. Semoga menjadi lebih baik. Semoga. Saya benar-benar tak ingin berpisah dari Ramadan. Ahh... memang semua yang diperkenalkan dengan yang namanya 'pertemuan' pasti akan dipertemukan pula dengan 'perpisahan'. Hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan, musim-musim, kerabat, dan teman-teman, selalu akan disandingkan pada pertemuan dan perpisahan.

Selagi belum berpisah dengan semuanya, kita lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk semua yang ada di sekeliling kita, agar saat perpisahan terjadi kita bisa mengenangnya sambil tersenyum tanpa penyesalan.

Dan, untuk semua yang mengenal saya dan tidak mengenal saya, untuk semua teman-teman yang merayakan, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul fitri, Minal ‘Aidin wal Faizin.

Mohon maaf jika ada kalimat-kalimat saya yang menyakitkan, saya memang terkadang terlalu blak-blakan dan semaunya.

Spesial untuk kedua orang tua saya, bersyukur kepada ALLAH bahwa mereka masih bersama saya dan masih diberi kesehatan. Alhamdulillah.

Semoga di hari yang fitri esok hari semua (yang merayakan) akan termasuk golongan orang-orang yang kembali pada fitrah.

Langit meredup, mengakhiri Ramadan.
Semoga saya dipertemukan lagi dengan Ramadan di tahun berikutnya, semoga saya dipertemukan lagi dengan tarawih-tarawih kala senja itu.

Sudah pasti, saya akan sangat rindu sekali pada Ramadan -lagi.


August 26, 2011

sebuah cerita

Unsur yang selalu pasti ada di dalam setiap cerita :

[dari http://flpdepok/blogspot.com/]

Saya masih berusaha untuk membuat cerita-cerita saya menjadi better better better and better.

Saya paling suka cerita fantasy, petualangan, sci-fi, misteri...
Tapi, kemudian kesukaan saya akan sesuatu cerita berubah. Bukan hanya seputar petualangan fantasy-atau semacamnya-saja, kesukaan itu berkembang seiring semakin banyaknya jenis buku yang saya baca.

Dan, saat ini saya sedang sangat menyukai sebuah cerita yang bisa memberikan kesan mendalam, sebuah cerita yang punya feel, sebuah cerita yang 'pas rasanya', sebuah cerita yang... bisa mengeluarkan perasaan para karakternya secara nyata, sebuah cerita yang rasanya 'nyata'.

Sebuah cerita itu seperti sejenis makanan, menurut saya. Setiap orang punya kesukaan yang berbeda-beda kepada cerita-cerita dan makanan-makanan. Dari kesukaan itu, setiap orang akan punya penilaian yang berbeda-beda pula. Dan... sampai saat ini saya masih terobsesi untuk membuat sebuah cerita yang bisa disukai oleh semua orang (saya yakin itu sulit sekali). Sebenarnya cerita seperti apa yang bisa disukai oleh semua orang? Paling tidak oleh banyak orang....

Saya mencoba mengembangkan cara bercerita saya. Untuk saat ini setidaknya saya sudah berusaha membuat beberapa kisah dengan genre yang berbeda-beda, dengan cara penceritaan yang berbeda pula. Rasanya sih menurut saya memang sudah diceritakan dengan cara yang berbeda-beda, entah menurut pembaca.

Saya menulis beberapa cerpen...
Beberapa yang saya poskan di blog ini... Remaja [Sehari Menjadi Nona Baik Hati], Fantasy-kesukaan saya-[Mahkota Dewi Bast], dan Romance-yang tidak atau kurang saya sukai-[Romance].
Saya pikir, sudah baguskah cerita saya, sudah disukai oleh pembaca kah? Ahhh, saya hanya ingin membuat cerita yang disukai-karena cerita yang tidak disukai kemungkinan TIDAK AKAN DIBACA oleh pembaca.

Jadi, seperti apakah sebuah cerita yang disukai itu??? Entahlah... sebab pembaca punya selera yang berbeda-beda. Apakah bisa saya menggabungkan semua genre menjadi satu??? Mungkin dengan begitu akan banyak pembaca yang suka, ahahah...

Tentu saja!! Saya terpikir untuk mencobanya. Sedikit bumbu fantasy, sedikit bumbu sci-fi, sedikit bumbu remaja-tidak terlalu remaja, sedikit bumbu romance, sedikit bumbu comedy, sedikit bumbu petualangan... sedikit bumbu ini dan ini dan itu... ditambah bumbu yang paling penting... 'RASA'. Apakah 'rasa' adalah salah satu bumbu atau sesuatu yang muncul ketika ceritanya sudah selesai-tamat-berakhir-end???

Ahhh, saya pikir-pikir lagi...

Ahhh, sudahlah. Saya hanya ingin cerita saya ada yang baca. Titik. Meskipun hanya sekelompok kucing yang akan membacanya *Plak >_<

Ahahhaah...


BTW, saya sedang menulis sebuah novel dengan POV 3 yang saya harapkan akan dapat mengeluarkan feel dari tokoh-tokoh di dalamnya. Semoga saya berhasil!!

KEEP FIGHTING!!


August 22, 2011


kupukupu-kupukupu di dalam perutku


Membaca halaman pertamanya, benar-benar menggelitik. Saya langsung suka.
(∪ ◡ ∪) must read...
Bacaan hari ini.

Kupukupu-kupukupu di Dalam Perutku karya Dadan Erlangga, Kisah Cinta Dalam Berbagai Warna. Temukan di sini.

genre romance bukanlah gaya saya

Begitulah. Saya bukan orang yang akan membaca kisah bergenre romance atau menulis kisah bergenre itu. Begitulah dulu.

Sampai akhirnya saya mengikuti sebuah lomba Cerpen bertema romance.

Awalnya saya pikir, saya gak akan bisa menyelesaikan naskah lomba itu tepat waktu. Selain waktu sudah mepet sewaktu saya mulai menulis cerpen itu, saya juga agak stres karena harus menulis sesuatu yang kurang saya sukai. Sebuah kisah bergenre romance. Saya tetap melanjutkan tulisan saya, karena saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai. Saya harus!

Saya benar-benar berusaha keras. Sampai akhirnya saya berhasil menyelesaikan sebuah kisah dari cerpen romance pertama saya : I Think I Miss You. Cerpen yang kemudian saya kirim di detik terakhir untuk sebuah lomba Cerpen Romantis yang diadakan Cafe Rusuh.

Cerpen Romance pertama akhirnya terkirim dalam keadaan belum edit dan-saya pikir-masih mentah sekali. Ahhh, saya pikir yang penting sudah partisipasi, yang penting sudah bisa menyelesaikan cerpen yang susah itu, yang penting... ikut dalam sebuah lomba (lagi).

Tak terpikir kalau Cerpen itu akhirnya menjadi cerpen romance pertama saya yang menang dalam sebuah lomba. Ahhh, benar-benar keajaiban luar biasa.

Ini adalah salah satu sejarah yang akan saya simpan di dalam kapsul waktu hidup saya. ≧^◡^≦




Tantangan pertama telah terselesaikan dengan baik! Saya bilang tantangan, sebab menulis tentang sesuatu yang tak begitu digemari jelas tantangan untuk saya.

Lalu... tantangan berikutnya...

Ada lomba menulis lagi. Dan bertema romance lagi. Saya sudah memutuskan di awal-awal bahwa saya ngga akan ikut dalam lomba itu. Saya masih ingat, saya bilang : "Romance bukanlah gaya saya. Saya gak akan pernah bisa dapet feel-nya. Gak akan nyampe deh..."

Tapi, akhirnya saya malah ikutan juga lomba itu. Kuis Kupukupu dari Dadan Erlangga (penulis kupukupu-kupukupu di dalam perutku).

Saya pikir, bisakah saya membuat kisah yang bisa menghibur? Bisakah saya membuat cerita yang ada feel-nya? Romance lho....

Ahhh, keajaiban terjadi lagi!!!

Untuk kedua kali cerpen romance karya saya menang dalam 'lomba cerpen romance'.

Ughh... sebaiknya saya tidak melupakan bahwa saya penulis kisah-kisah bergenre fantasy dan fiksi ilmiah....

Jangan sampai saya terbiasa menjadi perangkai kalimat-kalimat berasa keju itu (itu istilah saya untuk kisah-kisah romance). Berasa keju, lebay istilah lainnya.

Errr... tapi, ternyata gak semua kisah romance itu berasa keju.

Saya menemukan satu yang tidak. Setidaknya sampe saat ini, kisah romance yang saya baca dan langsung saya suka adalah satu buku ini. Buku karya Dadan Erlangga : "Kupukupu-kupukupu di dalam perutku".  (◠‿◠


Saya memang suka tulisan-tulisan Oom Dadun (begitu panggilan bekennya Oom Dadan Erlangga). Beruntung saya mengenal dia dan bisa mendapatkan buku kupukupu-nya dengan gratis plus tanda tangan penulisnya pula. Khu khu khu...


(¯`v´¯)
.`·.¸.·´ ¸.·´  Terima kasih bukunya, Oom dadun. 


Ini adalah penyemangat saya untuk terus menulis sekarang besok besok besok dan besok.

Saya pikir ngga ada kata ngga bisa, yang ada hanyalah ngga mau mencoba.

Jadi, cukup selesaikan apa yang sudah kita mulai dan teruslah melangkah tanpa berhenti untuk menggapai mimpi-mimpi dan cita-cita kita.

Untuk semuanya yang sedang berkarya, yang sedang berjalan menuju sesuatu yang tampak tak mungkin, untuk yang punya segudang mimpi dan cita-cita. Jangan pernah berhenti. Sebab kau tahu, gagal bukanlah saat kau tak bisa mencapai apa yang kau inginkan saat ini, gagal adalah dimana saat kau berhenti melangkah sementara selangkah lagi kau akan berhasil. Untuk Semuanya, SEMANGAT!!! (≧◡≦) 9

Dance Dance

Uyeeyyy!!! Satu cerpen untuk lomba berikutnya sudah selesai. Selanjutnya edit dan kirim!!!
Kisah ber-setting Gaza yang saya tulis ini benar-benar masih mentah. Saya sedang mencari-cari feel yang tepat supaya kisahnya terasa tidak dangkal.

Saya pikir, saya akan membacanya kembali dan mengeditnya setelah saya mendiamkannya dua atau tiga hari. ^^a Ahahahh...

Sementara itu sekarang saya akan fokus untuk menulis novel yang juga akan saya sertakan dalam lomba. Ini adalah salah satu tantangan (lagi) buat saya. Saya harus menulis (lagi) sebuah kisah dengan genre yang sama sekali belum pernah saya tulis sebelumnya. Sebuah kisah ber-genre Islami.

Hingga saat ini saya masih merasa 'apakah mampu saya menyelesaikan novel ini dalam waktu dua bulan?' -_- saya... kurang percaya diri.

Tapi, saya akan menyelesaikannya. Harus! Karena saya sudah memulainya!!

Jadi, hanya satu yang bisa saya katakan saat ini... yaitu... GOOD LUCK!!


August 17, 2011

APCR : MERDEKA INDONESIA!


Jangan pernah lupa
Bagaimana darah tertumpah
Membangun bangsa
Bagaimana tulang-tulang patah
Untuk Negara
Bagaimana daging jadi umpan
Untuk satu kata MERDEKA!
MERDEKA INDONESIA!

Untuk jiwa-jiwa yang tak lelah
Jangan pernah berhenti berlari
Jangan pernah lelah berdiri
Bentangkan warna merah putih
Di langit Pertiwi
Tegakkan tiang-tiang penerus bangsa
Untuk bumi Indonesia
Hingga akhir masa

Jangan tunjukan air matamu
Pada dunia
Kau bukan bangsa yang tak punya apa-apa
Hiduplah seribu tahun lagi Indonesia!
Demi ratusan tahun yang jadi sejarah
Demi ribuan raga yang tak bernyawa
Untuk teriakan MERDEKA!
MERDEKA! MERDEKA INDONESIAKU!!






DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 66
17 AGUSTUS 2011

*Puisi ini diikutsertakan dalam lomba puisi APCR

August 14, 2011

Tentang Palestina (?)







FLP DEPOK berkerjasama dengan KAZI menyediahkan hadiah total 36,5 JUTA. DL 18 September 2011

Bismillahirahmanirahim....
Assalamu'alaikum wr. wb.
Forum Lingkar Pena Depok dan KaZI (Kajian Zionisme Intrernasional)
mempersembahkan
SAYEMBARA TINGKAT NASIONAL PENULISAN ESAI, CERPEN DAN PUISI PALESTINA DAN SEMINAR SEHARI “MENUJU PALESTINA MERDEKA: SUMBANGSIH DARI INDONESIA” MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1433 H Kerjasama Kajian Zionisme Internasional (KaZI) – Forum Lingkar Pena Depok(FLP D)

Jenis Lomba : ESAI, CERPEN DAN PUISI

Syarat dan Ketentuan Lomba :
1. Kategori peserta : Pelajar dan Mahasiswa/Umum.
2. Naskah harus asli, bukan hasil jiplakan dari karya orang lain.
3. Belum pernah dipublikaskan di media manapun dan tidak sedang diikutkan dalam perlombaan lain.
4. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Tidak mengandung unsur SARA, pornografi maupun hal-hal yang bertentangan dengan hokum dan perundang-undangan yang berlaku.
6. Tema untuk esai sesuai tema umum “MENUJU PALESTINA MERDEKA: SUMBANGSIH DARI INDONESIA”, sedangkan tema untuk cerpen dan puisi bebas tapi masih berkaitan dengan Palestina.
7. Diketik dalam format A4, TNR 12, spasi 1.5, dan margin 3 cm.
8. Untuk esai 8-12 halaman, cerpen 9.000-12.000 karakter dan puisi 1-2 halaman.
9. Naskah dalam bentuk hardcopy rangkap 3 dan softcopy 1 CD-RW dengan melampirkan : Fotocopy identitas (KTP,SIM,Kartu Pelajar), CV Deskriptif, Pas Foto 4x6 1 lembar.
10. Naskah dikirim ke Sekretariat FLP Depok di:
Rumah Cahaya, JL. Keadilan Blok XVI No. 13 Depok, Jawa Barat, 16418.
Jangan lupa cantumkan jenis lomba dan criteria di sudut kiri atas amplop.
11. Naskah dikirimkan paling lambat 18 September 2011 cap pos.
12. Setiap peserta boleh mengikuti ketiga lomba ESAI, CERPEN DAN PUISI dan mengirimkan lebih dari satu karya.
13. Pengumuman Pemenang 11 Oktober 2011 di www.flpdepok.multiply.com,www.flpdepok.blogspot.com , dan FB “Sayembara Penulisan Tingkat Nasional FLP Depok-KaZI”. Pemenang akan dihubungi langsung oleh Panitia.
14. Tiga Naskah pemenang dan 15 Naskah terbaik lainnya akan dibukukan dan di launching pada saat acara “Seminar Sehari Palestina”, 1 Muharram 1433 H di Depok sekaligus Penyerahan Hadiah
15. Naskah terbaik insyaAlloh akan dibukukan.


Pemenang Sayembara akan mendapatkan hadiah berupa :
1) Juara 1 Penulisan Esai Rp 4.000.000,- + Buku + Piagam
2) Juara 2 Penulisan Esai Rp 3.000.000,- + Buku + Piagam
3) Juara 3 Penulisan Esai Rp 2.000.000,- + Buku + Piagam
4) Juara 1 Penulisan Cerpen Rp 3.000.000,- + Buku + Piagam
5) Juara 2 Penulisan Cerpen Rp 2.000.000,- + Buku + Piagam
6) Juara 3 Penulisan Cerpen Rp 1.000.000,- + Buku + Piagam
7) Juara 1 Penulisan Puisi Rp 1.000.000,- + Buku + Piagam
8) Juara 2 Penulisan Puisi Rp 750.000,- + Buku + Piagam
9) Juara 3 Penulisan Puisi Rp 500.000,- + Buku + Piagam

"Bangkitkan kepedulian intelektual muda muslim terhadap masalah Palestina"

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya,
Kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad
dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah.
Mereka itulah orang-orang yang benar.
(QS. Al-Hujuraat [49]: 15)

Info lebih lanjut hubungi :
Ayurisya (0815-3293-7222)
Yuda (0813-8235-7453)
Trimanto (0817-6041-817)

MOHON DIBANTU SHARE INFO INI - SYUKRAN


**********NGOPY!

Wah... benar-benar menarik ini...

Ahhh!!! Novel koq belum di lirik!!! DX NOOOOOOO!!!!

August 11, 2011

Kirim Naskah Yuk!!

Syarat Pengajuan Naskah
Jangan ragu untuk mengirimkan naskahmu ke GagasMedia. Siapa pun yang mempunyai minat menulis bakal kita dukung deh! Nah, sebelum kamu mengirimkan naskahmu ke GagasMedia, cari tahu dulu persyaratannya.

Berikut adalah dua kategori naskah yang bisa kamu kirimkan.

1. Fiksi

Syarat umum:

- Panjang naskah 70-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12
- Kirimkan dalam bentuk print out (yang sudah dijilid rapi, tentunya), sertakan sinopsis lengkap novelmu, plus form pengiriman naskah ke:

REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630

- Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan sekitar 4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.

Adapun jenis fiksi yang dicari adalah:

DOMESTIC DRAMA
MAINSTREAM ROMANCE
CLASSIC ROMANCE
TEEN ROMANCE
CLIQUE*LIT

2. Non Fiksi

Syarat umum:

- Panjang naskah 70-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12. Kirimkan dalam bentuk print out (dijilid rapi) ke:

REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630

- Atau, kirimkan proposal naskah via e-mail ke redaksi@gagasmedia.net. Bila naskahmu menarik, redaksi akan menghubungimu untuk pembahasan lebih lanjut.
- Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan sekitar 4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.

Kategori nonfiksi yang dicari:
- Pengembangan diri (self improvement)
- How to
- Memoar-inspiratif
- Lifestyle
- Traveling
- Pengetahuan populer 



(♥♥,) Nyatet... Ekh, NGOPY...
http://gagasmedia.net/kirim-naskah

Lagi??

(─‿‿─) Lagi...

Keajaiban!! Keajaiban!! ✿◕ ‿ ◕✿   ❀◕ ‿ ◕❀   ❁◕ ‿ ◕❁   ✾◕ ‿ ◕✾

Syalalalalallaaaaaa....  (◑‿◐) Menang dalam kuis Kupukupu Oom Dadun...

Padahal memang aku gak suka romance dan awalnya sempat berpikir kalau menulis romance begitu sulit. Tapi... Tapi... Malah menang di lomba cerpen bertema ROMANCE!!! DUA KALI!!!  (╥﹏╥) *Terharu...*
Sankyu Oom Dadan Erlangga, Mba Minie & Kupukupu ♥ ~(˘▾˘~)


┐(ˇ▽ˇ)┌  \(‾▿‾\)(/‾▿‾)/  ~( ˘▾˘ )~ (~˘▾˘)~ 

Berbunga bunga ✿◕ ‿ ◕✿   ❀◕ ‿ ◕❀   ❁◕ ‿ ◕❁   ✾◕ ‿ ◕✾

✿◕ ‿ ◕✿   ❀◕ ‿ ◕❀   ❁◕ ‿ ◕❁   ✾◕ ‿ ◕✾

(◡‿◡✿) Khu Khu Khu...  (✿◠‿◠)

✿◕ ‿ ◕✿   ❀◕ ‿ ◕❀   ❁◕ ‿ ◕❁   ✾◕ ‿ ◕✾

Semoga keajaiban ini akan terus terjadi besok besok besok dan besok besok besok seterusnya... ≧✯◡✯≦

Semoga Keajaiban juga akan terjadi pada beberapa novelku... ≧◔◡◔≦  ≧^◡^≦   ≧°◡°≦

Wuhu~

Sekali lagi akan berusaha mengalahkan ketidaksukaan kepada genre cerita yang harus diselesaikan bukunya!!!!
FIGHTING!!!
GANBATTE NE GEMGEM!!! (►.◄)

August 06, 2011

Potongan Kisah Hujan (ch.01) : Raindrop



"Jika kau bisa menghitung seluruh rintik hujan yang jatuh ke bumi, maka kau akan tahu sebanyak apa cintaku padamu."

Terngiang.

Sembari menatap langit yang berwarna kelabu, untuk kesekian kalinya aku melatih kemampuan matematikaku. Tak kuhiraukan deru kendaraan yang melintas dihadapanku ataupun tatapan-tatapan aneka raut muka yang tertuju ke arahku.

Mematung seperti batu.

Aku menyapa angin. "Tahukah kau, angin, bahwa semua manusia memiliki kegilaan-kegilaan di dalam jiwanya? Kegilaan yang tak punya rupa, terkadang. Kegilaan itu berasal dari hembusanmu yang kau dendangkan dari satu tanah ke tanah lainnya."

Aku tersenyum. Sang angin membuat hujan berdenting. Jika saja aku bisa, aku ingin memeluk angin itu. Bercengkerama sepanjang hujan menyapa. Jika saja aku bisa.

Sang angin membuat hujan berdenting. Hembusannya melewati jemariku. Tak harus aku menggenggamnya, sebab ia pasti akan menghilang begitu kulongokkan pandangan ke dalam genggaman tangan. Tak perlu menggenggam angin, sebab ia selalu berlalu. Aku tahu.

Rintik hujan itu dulunya punya warna. Warna-warna itu lalu mati, tertelan dentang jam raksasa. Kelabu bersama waktu.

Traffic light memberitahu, menunggu sudah usai. Ahh, aku lupa, sampai dimana aku menghitung tadi. Aku menghembuskan napas dan maju bersama para pejalan kaki.

Lalu, di pertengahan garis-garis yang tergores di atas jalanan itu aku melambat. Kakiku terpaku pada beton basah.

Wajahnya tak asing bagiku. Menatap lurus tanpa terhenti pada sesuatu. Ia melangkah dihadapanku, menuju ke arahku. Dan langkahnya ia teruskan tanpa hiraukan aku. Berat aku langkahkan kembali kakiku maju, sebab sangat ingin kusapa dia. Ingin kutanyakan kabarnya. Ingin tahu, apa dia rindu aku?

Tapi, aku teruskan langkahku. Maju. Tak melihat sedikitpun ke belakangku. Tak ingin melihat punggungnya berlalu.

Aku tak tahu, apakah masih akan ada hujan yang perlu aku hitung lagi sewaktu-waktu. Cukup untukku. Aku ingin mengasingkan keberadaan itu, jauh-jauh di dalam peti kayu.

Mungkin dia telah lupakan aku. Terkadang tanyaku berputar-putar tanpa titik temu. Seperti lingkaran yang terus menciptakan lingkaran baru.

"Piya." Sebuah suara di belakangku seperti sebuah batu yang dilemparkan ke punggungku. "Apa kau tak mau berhenti sebentar dan melihat ke belakangmu? Mungkin saja ada yang mengikutimu."

Langkahku seperti bertemu tembok batu. Seolah buntu. Haruskah aku berbalik dan kembali ke jalan itu? Sekali lagi memulai dari tempat itu.

Aku berbalik menatap ke arahnya. Lagi. Kuberikan senyum yang biasa. "Apa kabarmu?"

Ia tersenyum. Menyunggingkan senyum yang biasa, senyumnya yang selalu sama. "Aku... menunggumu."

Alisku terangkat. "Kenapa?"

"Aku tak tahu."

"Kau tak seharusnya menunggu."

Ia terdiam beberapa saat. Lalu suaranya menjawab dengan nada yang membekukan waktu. "Kalau begitu, besok aku tak akan menunggumu lagi."

Aku menatapnya dalam-dalam. Ingin kucairkan dunia yang penuh salju. Aku tersenyum. "Aku tak tahu kau menunggu. Maaf."

Senyumnya mengembang. Seolah musim semi datang. "Piya. Tak perlu minta maaf. Aku tahu. Kurasa itulah perbedaan kita. Kau selalu di dalam hatiku, sementara aku... hanya angin yang berlalu setiap waktu di dalam pikiranmu."


Kalimatnya terasa begitu hambar dalam rasaku. Oleh sebab-sebab yang sangat jelas aku tahu. Apa dia tak pernah mau tahu? Apa dia tak mengerti?

Aku tak tahu untuk apa aku masih berdiri dihadapannya. Seharusnya tak kulakukan. Tapi, aku hanya tak ingin kehilangan seorang teman saja.

Kami berdiri berhadapan, saling tatap dalam diam. Dentingan hujan dimain-mainkan angin, perlahan.[]




✿◕ ‿ ◕✿ 


Iseng-iseng menulis ini di sabtu sore (ini bukan kelanjutan cerpen 'I Think I Miss You'. Hanya bagiannya yang dibuang sayang ^^). Cukup beberapa menit saja cerpen ini selesai... khu khu khu...
Ternyata masih ada typo... >,< Fuuhh, juga (memang) masih berasa keju ini...


Typo adalah tembok bata yang selalu bikin kejedot! >,< 


Jika novel islami & proyek novel fantasy sudah beres, kemungkinan besar cerita ini juga akan dijadikan novel... ♡ Mungkinkah cerita yang tak saya sukai ini akan nongkrong di sebuah toko buku? 


Let's See!!


Keep FIGHTING!!  ^