"If Nothing Ever Changed, There'd Be No Butterflies."

June 18, 2013

LCDP - GEM : 10 of 30


Aku menjerit sejadi-jadinya ketika kutemukan tubuh pucat tak bernapas itu di bawah tempat tidurku saat aku hendak mengambil pinsil yang jatuh bergulir ke bawah ranjang.

“Hey, hey, jangan berlebihan, deh!” Ares muncul di pintu kamarku. Kakak laki-lakiku yang punya hobi koleksi barang antik. “Apa kamu gak pernah lihat mayat? Lagi pula … dia ‘kan sudah hampir dua bulan di kamarmu.”

“Dua bulan di bawah tempat tidurku dan aku tidak tahu?”

“Siapa suruh kamu gak pernah bersih-bersih.”

Aku mendengus. “Itu punyamu?” Aku tidak akan heran.

Ares mengangguk. “Ya. Untuk sementara dia menginap di kamarmu.”

“Kamu pikir kamarku tempat penginapan mayat?”

Ares berkacak pinggang. “Itu jasad Putri Raja dari Kerajaan Shambhala, kamu pikir itu jasad sembarangan apa? Usianya ribuan tahun dan masih utuh. Coba pikir, karena apa?”

“Mana aku tahu.”

“Itulah yang ingin kucari tahu. Jika aku bisa mengungkapkannya, mungkin aku bisa mengungkapkan sejarah dari kerajaan yang hilang itu.”

“Di mana kamu menemukannya? Bagaimana kamu tahu dia dari Kerajaan Shambhala? Mungkin saja tidak! Kembalikan dia!”

“Tim ekspedisiku menemukannya bersamaan dengan gulungan naskah kuno di Siberia Selatan. Mana mungkin kukembalikan ke sana. Terlalu jauh dari pulau kita. Ayah gak akan mau meminjamkan pesawat atau kapal.”

“Terserahlah! Kalau begitu simpan di kamarmu saja!”

“Aku gak boleh membawa perempuan masuk dan tidur di kamarku. Itu peraturan Ayah,” Ares berkata sembari melangkah pergi.

“Ares sialan! Simpan di mana saja di pulau ini! Kita punya pulau yang luas!” jeritku kesal. “Putri Kerajaan Shambhala atau siapa pun. Dia tidak boleh tidur di kamarku!”

Kutatap jasad itu, membujur kaku di lantai, di bawah tempat tidurku. Benarkah usia jasad itu sudah ribuan tahun? Wajahnya tampak masih seperti gadis belia, kulitnya putih mulus tanpa kerut, rambutnya hitam panjang terurai hingga melebihi kakinya. Jasad itu membuatku bergidik. Terutama ketika kemudian tiba-tiba ia menggerakkan kepala dan membuka matanya, memandang ke arahku dengan bola mata legam yang kosong.


GLEKH.


Bersambung ke LCDP - GEM : 11 of 30

1 comment: