"If Nothing Ever Changed, There'd Be No Butterflies."

June 18, 2013

LCDP - GEM : 9 of 30


Tergeletak di lantai lift, sebuah buku bersampul hitam bertuliskan Acta dengan sulaman benang perak.

Acta, bahasa Latin dari jurnal atau buku harian. Mungkin milik salah seorang siswa atau guru sekolahku. Kubuka sampul buku, tampak layar sentuh 7 inci di balik sampul itu. Buku harian elektronik. Tidak bisa dibuka. Terkunci dengan kata sandi.

“Milik siapa ini?”

Sebaris kalimat tiba-tiba muncul di permukaan layar.  [NAITO]

Aku mengernyit. “Naito? Siapa Naito?”

[NAITO]
[Siswa Sekolah Khusus Anak Bumi Berbakat ‘UMBRA’]
[Kelas 12]
[Penyandang nilai terbaik di pelajaran Praktek Ilmiah]

“Siswa sekolah ini rupanya. Aku gak kenal, tuh,” ujarku. “Seperti apa rupa Naito itu?”

Layar tujuh inci itu lalu mengeluarkan kilau cahaya hijau yang berhamburan ke udara. Detik berikutnya cahaya itu menyatu, mewujud dalam bentuk seorang manusia. Sosok hologram itu berdiri di depanku dalam ukurannya yang sebenarnya, pria bertubuh tinggi mengenakan celana jins dan jaket kulit hitam. Rambutnya abu-abu gelap senada dengan warna matanya, kulitnya putih dan ia tampan.

DIA?!

Buku harian elektronik itu jatuh dari tanganku menabrak lantai lift. Bersamaan dengan itu cahaya hologram yang membentuk sosok manusia itu buyar, berhamburan di udara dan lenyap.

Aku kenal siapa pria itu!

Pintu lift bergeser dan membuat perhatianku teralihkan. Seorang pria muncul dari balik pintu lift itu.
Ia menatapku sekilas, lalu mengambil buku harian elektronik yang tergeletak di lantai lift. “Punyaku,” ujarnya singkat. Ia masuk ke dalam lift dan pintu lift tertutup kembali. Ia menoleh ke arahku yang masih bergeming. “Wajahmu kenapa? Hasil percobaan ilmiah yang gagal? Atau berhasil?” Tampak ia menahan tawa.

Aku tak menjawab. Dia tidak mengenalku karena bentukku sedang tidak dalam rupaku yang sebenarnya. Efek apel yang kumakan di rumah kaca sekolah membuatku tidak mirip manusia sekarang.
Aku berdiri kaku di sebelah pria yang pernah mencoba untuk melenyapkanku. Si pembunuh bayaran antar waktu yang kupikir sudah mati.


***

Bersambung ke LCDP - GEM : 10 of 30

No comments:

Post a Comment